Selamat datang di website Buletin Smong.

Pembaca yang budiman, bencana gempa bumi dan tsunami yang hampir memasuki tahun ke 12 semestinya memperkuat pengetahuan dan kesadaran kita bahwa kita hidup di daerah dengan ancaman (hazard) bencana yang tinggi. Semuanya sepakat jika berdamai dengan bencana adalah pilihan yang tepat untuk menghadapi situasi tersebut.

Smong news Edisi kali ini hadir bertepatan dengan peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang jatuh pada bulan oktober serta dalam rangka World Tsunami Awareness Day 5 nopember lalu. Edisi ini mengedepankan beberapa konsep resiliensi (resilience) atau ketangguhan dalam perspektif bencana.

Semoga informasi pada Edisi kali ini dapat bermanfaat.

Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana Bersama Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah

Bencana Tsunami 24 Desember 2004, meluluh lantakkan sebagian besar wilayah pesisir Aceh dan mengakibatkan ratusan ribu jiwa menjadi korban terjangan gelombang tsunami yang mencapai ketinggian 30 meterdi sebagian wilayah pantai Aceh. Wilayah Aceh telah diketahui pernah terjadi tsunami besarberapa kali sekitar ratusan tahun yang lalu, namun ketidak-pedulian terhadap pengalaman dan pengetahuan bencana tsunami menyebabkan korban terbesar pada dekade abad 21.

Tentang Resilient City dan Kota Madani

Dalam waktu tak terlalu lama lagi, kita akan kembali memperingati peristiwa tsunami 26 Desember 2004. Tak terasa, peristiwa dahsyat itu segera memasuki masa dua belas tahun. meski tsunami mendatangkan duka dan kerugian masif, banyak pula hal yang harus disyukuri. Tsunami telah memadamkan api konflik di Aceh. Tsunami juga memberi Aceh “wajah” baru melalui pembangunan fisik yang mengagumkan. Dan yang tak kalah penting, tsunami telah merubah cara pandang kita terhadap bencana: dari responsif menjadi preventif.

Unsyiah siap lahirkan alumni berwawasan Kebencanaan dan Lingkungan

Wawancara Ekslusif bersama rektor

 

Perguruan tinggi memiliki peran amat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB). Salah satunya adalah dalam menghasilkan sumberdaya insani berwawasan PRB dan penguatan kapasitas pengetahuan (knowledge capacity). Dalam konteks ini, Universitas Syiah Kuala telah melakukan terobosan penting: diberlakukannya mata kuliah umum wajib Pengetahuan