Mengenal Sekilas Sistem Informasi Manajemen Risiko Bencana Berbasis Internet

Banyak dari kita yang baru menyadari bahwa sebagian besar wilayah di pesisir pantai Aceh rawan terhadap ancaman tsunami setelah melihat besarnya jumlah korban jiwa dan tingkat kerusakan yang terjadi akibat bencana tsunami pada 26 Desember 2004. Sebenarnya  bukan hanya gempa bumi dan tsunami yang  berpotensi menimbulkan bencana di Provinsi  Aceh.  TDMRC Unsyiah mengidentifikasi abrasi, angin ribut, banjir, epidemi, kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, dan tsunami tanah longsor sebagai 10 potensi bencana di Provinsi Aceh.  

Tingkat ancaman bencana tersebut berbeda dari satu wilayah dengan wilayah lainnya, akan tetapi mungkin tidak banyak dari kita yang mengetahui potensi bencana yang mengancam wilayah tempat tinggal kita. Padahal pengetahuan tingkat ancaman bencana di tempat kita tinggal dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Jika masyarakat yang tinggal di wilayah yang rawan bencana telah memiliki kesiagaan dalam menghadapi bencana, maka diharapkan korban jiwa dan kerugian yang akan terjadi dapat diminimalisir.

Oleh karena pentingnya fungsi data terkait bencana bagi pengurangan risiko bencana, maka data tersebut perlu dikelola dan disebarluaskan sebagai informasi yang dapat diperoleh dengan mudah oleh segala lapisan masyarakat.Untuk keperluan tersebut, Tsunami and Disaster mitigation Research Center (TDmRC), Universitas Syiah Kuala, telah membangun Disaster Risk management Information System (DRmIS) atau Sistem Informasi manajemen Resiko Bencana. Sistem ini merupakan aplikasi untuk mengelola data dan menampilkan informasi terkait risiko bencana melalui sarana internet. DRmIS menggunakan teknologi Web gIS untuk membantu menyebarluaskan informasi terkait kebencanaan di wilayah Provinsi Aceh dalam bentuk peta digital yang interaktif.

Kemudahan Akses

WebgIS DRmIS merupakan sistem  informasi tentang peta risiko bencana di Provinsi Aceh berbasis internet sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama tersedia akses internet. Aplikasi berbasis web ini dapat dijalankan pada web browser  seperti Internet Explorer, mozilla Firefox, dan google Chrome. Beberapa web browser ini sudah tersedia bersama sistem operasi perangkat komputer, sehingga pengguna tidak perlu melakukan instalasi perangkat lunak sama sekali.

Antarmuka grafis (GraphicalUser Interface) dari WebgIS DRmIS memiliki banyak fungsi dan alat (tool) yang dirancang agar pengguna internet dapat dengan mudah melihatdan mengeksplorasi peta digital yang disediakan. Kebanyakan dari alat (tool) tersebut dapat dioperasikan dengan klik pada tombol atau ikon yang disediakan dan diikuti dengan  klik dan drag mouse pada layar tampilan peta.  Fungsi dan alat (tool) yang disediakan WebgIS DRmIS untuk navigasi peta digital juga cukup lengkap. Untuk melihat peta yang lebih detail, pengguna dapat melakukan zoom secara berperingkat dengan menggunakan salah satu tombol navigasi, atau melakukan zoom in ke kawasan tertentu dengan menggunakan fungsi zoom in yang diikuti dengan klik dan dragmouse untuk menentukan kawasan yang dipilihnya, atau pun memilih dari daftar Pilihan Kabupaten/Kota untuk zoom in ke Kabupaten atau Kota tertentu. Pengguna dapat menggeser peta yang telah di-zoom sehingga dapat melihat tampilan detail dari peta bagian per bagian. Pengguna juga dapat kembali ke tampilan zoom sebelumnya dengan menggunakan fungsi zoom to previous extent, atau menggunakan fungsi  zoom out, atau pun menggunakan tombol Home untuk kembali ke tampilan peta awal dengan cepat. Semua fungsi dan alat (tool) ini disediakan untuk menjamin agar navigasi peta dapat dilakukan dengan interaktif.

Peta Risiko

WebGIS DRMIS dapat menampilkan  peta yang terkait dengan 10 bencana potensial di Provinsi Aceh, yang terdiri dari Abrasi, Angin Topan, Banjir, Epidemi, Gempa Bumi, Gunung Api, Kebakaran Hutan, Kekeringan, Longsor, dan Tsunami. Pengguna dapat memilih untuk menampilkan salah satu dari bencana tersebut dari drop down list yang terdapat di Panel  Kandungan Peta. Untuk setiap  jenis bencana,  pengguna dapat memilh untuk menampilkan aspek Bahaya, Kerentanan, Kapasitas, atau Risiko. Untuk Peta bencana telah di desain agar tidak ada lebih dari satu jenis bencana dan satu aspek dari bencana yang tampil secara bersamaan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna data dengan lebih mudah melihat informasi spasial terkait bencana karena tidak ada layer (lapisan) peta bencana yang tumpang tindih pada tampilan peta.

Selain dari Peta Bencana, WebGIS DRMIS juga menyediakan sejumlah Peta Dasar Provinsi Aceh, meliputi Peta Administrasi Provinsi Aceh (lokasi ibukota provinsi, ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, serta batas kabupaten dan kecamatan), Peta Infrastruktur (lokasi sekolah, bandara, pelabuhan, fasilitas pemerintahan dan umum, serta jalan raya), Peta Demografi, dan Peta Geologi (lokasi gunung api, sesar, lereng, dan jenis tanah). Peta-peta dasar ini sudah diatur sedemikian rupa sehingga Peta  Administrasi Provinsi Aceh dan Peta Infrastruktur yang berupa titik (point) dan garis (line) selalu berada di atas peta-peta yang lain, sehingga kedua kelompok Peta dasar ini bisa ditampilkan bersama Peta Bencana. Dengan demikian, pengguna dapat menggabungkan informasi bencana dengan peta dasar. Misalnya,  pengguna dapat melihat risiko bencana per kabupaten, atau melihat sekolah mana yang terletak di kawsan dengan risiko tinggi gempa bumi. Peta-peta dasar yang berupa poligon seperti peta-peta dalam kelompok peta geologi dan demografi, diatur sehingga selalu terletak di bawah peta bencana, sehingga tidak menghalangi tampilan peta bencana.Untuk melihat peta-peta dasar ini sekaligus dengan peta bencana, pengguna dapat mengatur tingkat transparansi peta bencana.

Kemudahan mendapatkan informasi

Untuk membantu pengguna  memperoleh informasi dari peta digital yang ditampilkan, WebGIS DRMIS dapat menampilkan Legenda yang menjelaskan arti symbol dan warna yang dipakai dalam peta. Legenda dikelompokkan menurut masingmasing kelompok peta yang terlihat pada peta,  sehingga pengguna dapat dengan mudah  mencari legenda yang diperlukan.Selain itu WebGIS DRMIS juga dapat menampilkan informasi tekstual terkait dengan peta. Apabila pengguna meng-klik pada peta, WebGIS akan menampilkan pop-up window yang berisi informasi tekstual dari lokasi yang di-klik oleh pengguna.  Melalui peta-peta interaktif dan fitur-fitur yang disediakan, WebGIS DRMIS diharakan menjadi salah satu media penyebarluasan informasi terkait kebencanaan di Provinsi Aceh, yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. (***)