PUI-PT Research

Studi Pengaruh Tsunami Aceh 2004 terhadap Struktur Sedimen di Aceh Barat Menggunakan Metode Geofisika Terpadu.

Salah satu wilayah yang terkena dampak tsunami yang sangat parah adalah Wilayah Aceh Barat. Tsunami dapat mengakibatkan adanya perubahan sedimentasi di wilayah yang berdampak tsunami.Lokasi kajian yang mengalami perubahan lingkungan setelah kejadian tsnami 2004 adalah Suak Seukee dan Suak Pantee Breueh Aceh Barat.

Sedimen tsunami perlu dipelajari untuk mengetahui kandungan dari sedimen, kedalaman dan sifat-sifat fisisnya. Sifat-sifat fisis dari sedimen dapat dikaji melalui kecepatan perambatan gelombang seismik, konduktivitas dan resistivitas listrik sedimen, dan permitivitas listrik. Hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengkaji pengaruh tsunami terhadap kualitas air tanah dan aspek lingkungan lainnya. Dengan mengetahui sifat-sifat fisis sedimen tsunami 2004 kita dapat mempelajari kejadian tsunami di masa lampau (paleo tsunami).

Survey Kesiapsiagaan Masyarakat Pulau Enggano Terhadap Bencana Gempa dan Tsunami

Masyarakat Enggano mayoritas kesehariannya adalah sebagai petani dan nelayan di hampir semua desa. Sebelum tahun 2000, masyarakat Enggano masih menerapkan konstruksi rumah yang tidak aman gempa berupa rumah beton tanpa tulangan besi. Tingkat kewaspadaan masyarakat Enggano mulai meningkat semenjak gempa besar pada tahun 2000 yang menyebabkan lebih dari 50 % rumah dikategorikan rusak berat. Belajar dari pengalaman gempat tersebut, masyarakat mulai membangun konstruksi rumah yang lebih aman terhadap gempa.

Pengalaman tsunami Aceh Tahun 2004, pemerintah mulai memperhatikan langkah-langkah mitigasi bencana melalui berbagai upaya, antara lain: pembukaan akses jalan, linstrik, sarana transportasi dan juga komunikasi. Adanya pelatihan dan sosialisasi tentang bahaya gempabumi dan tsunami yang dilaksankan oleh BPBD Bengkulu utara dan Universitas yang ada di Provinsi Bengkulu. Program kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Universitas Bengkulu dan Universitas Prof. Dr. Hazairin, selain melakukan sosialisasi, juga membuat plang rambu-rabu evakuasi tsunami ke daerah perbukitan yang menjauhi pantai. Rambu evakuasi ini masih terus tetap dipelihara dan dirawat oleh mahasiswa yang datang pada setiap semesternya. Masing-masing desa memiliki satu tempat evakuasi yang berupa dataran yang relatif lebih tinggi.

Rising Damp and Salt Attack on Masonry Building in Banda Aceh

Rising Damp is one of the main factors that resulted in the strength decay of building structures. As water penetrated into building materials, some salts, which contained outside will also penetrate (Karaglou et. al., 2013) Salt attacked is the main cause of the strength decay. Possible source of water that enter into building materials are from the ground, from environment (rain, sea breeze and also waste leakage). The ground water enters to the building material by vertical transfer, which could be from force capillarity. While damp from rain and sea breeze may penetrated by horizontal transfer. The indication of building had a problem of rising damp are the visual damage of the wall such as paint discoloration, peeled off paint and plaster, also the presence of moss on wall.

Most of building in Aceh is constructed by using reinforced concrete material and masonry structures. Brick is the main materials for wall. This type of material is a porous material and it may increase the rate of water capillary and raising the moisture content of the wall. Thus, durability of the building will be affected (Franzoni, 2014). The building lifetime will be decreased. It is important to know how to control the rising damp in the most building in Aceh to improve the sustainable building development and increased the resistant capacity of building under disaster such as earthquake or storm. Factors that influence the height of capillary impact or rising damp on masonry wall is depend on material properties (wall thickness and porous material composition) (Hall and Hoff, 2007). Evaporation is also an important factor in rising damp which include the factor that may control it i.e. Temperature, humidity, air movement and surface condition of the wall (Risch and Zhang, 2010). Preliminary surveys showed that most of the external wall of houses in Meuraxa district Banda Aceh which is located for about one kilometer from UleeLheue beach.

Kajian Awal Pemilihan Moda dan Rute Evakuasi di Kecamatan Kuta Raja, Menggunakan Kombinasi dari Stated Preference (SP) dan Reveal Preference (RP)