TDMRC Unsyiah Ikut Serta dalam Penyususunan Pedoman Teknis Pengarusutamaan Pendidikan PRB

gbr 1Pada 1-4 Juni 2016, bertempat di The Atanaya Hotel, Kuta, Bali, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Dan Layanan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Pedoman Teknis Pendidikan Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali praktik baik pendidikan pengurangan risiko bencana di sekolah yang telah dilaksanakan oleh mitra-mitra penggiat sekolah aman. 
Selain itu, melalui kegiatan ini juga disepakati konsep pendidikan pengurangan risiko bencana yang kemudian dijadikan acuan dalam penyusunan Pedoman Teknis Pengarusutamaan Pendidikan PRB.

Penyusunan pedoman ini dihadiri oleh unsur organisasi non pemerintah penggiat PRB, unsur Sekolah Luar Biasa yang berada di daerah risiko bencana
serta unsur Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan. Salah satu peneliti TDMRC, Rina Suryani Oktari, M.Si yang juga merupakan salah satu Fasilitator Nasional Sekolah Madrasah Aman Bencana hadir mewakili TDMRC untuk memberikan saran dan masukan terhadap pedoman teknis yang disusun.

Kegiatan pada hari pertama diawali dengan pembukaan dan pengarahan Kebijakan Direktorat Pembinaan PKLK terkait pendidikan pengurangan risiko bencana. Dilanjutkan dengan pemaparan informasi program dan anggaran Direktorat Pembinaan PKLK terkait pendidikan pengurangan risiko bencana pada hari yang sama. Pada hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan informasi pembelajaran advokasi nasional dan implementasi sekolah aman. Pada hari kedua siang dimulai diskusi kelompok untuk menyusun Pedoman Teknis Pengarusutamaan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana, hingga hari ketiga. Lalu pada hari keempat, dilakukan pemaparan hasil kelompok, sekaligus penutupan kegiatan.