Peneliti TDMRC Universitas Syiah Kuala Melakukan Pemantauan Proses Pemulihan Pantai Pasca 12 Tahun Tsunami Aceh

Instalation Equitment 1Aceh telah memasuki tahun ke-12 setelah peristiwa tsunami Aceh di tahun 2004 lalu. Sejalan dengan itu, sejumlah wilayah pantai di Aceh telah mengalami perubahan baik dari segi morfologi maupun peruntukan lahannya. Sejak beberapa tahun ini, TDMRC Universitas Syiah Kuala melakukan pemantauan terhadap proses pemulihan kawasan pantai yang terkena bencana tsunami tersebut. Didukung oleh Hibah Riset dari Partnership Enhanced Engagement in Research (PEER) USAID dan NAS, TDMRC melakukan proses monitoring yang lebih rinci di dua wilayah, yaitu di Pantai Ujong Pancu dan Pantai Lhong yang keduanya berada di dalam wilayah administratif Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari kegiatan monitoring tersebut adalah: (1) merumuskan cara-cara pemulihan kawasan pantai yang terdampak tsunami secara berkelanjutan, (2) mempromosikan upaya pengurangan risiko bencana tsunami, dan (3) mengupulkan data-data kepantaian mutakhir yang berguna bagi perlindungan kawasan pantai.

Tahun 2015 lalu, TDMRC telah melakukan serangkaian kegiatan monitoring di kawasan tersebut. Di kawasan Ujong Pancu, TDMRC tahun lalu melakukan pengukuran kondisi hidro-oseanografi di kawasan litoral dan pengukuran bathymetri. Pengukuran kondisi hidro-oseanografi tersebut dilakukan dengan menggunakan seperangkat alat-alat Infinity (alat ukur arus 2 Dimensi Horizontal, sensor pengukuran elevasi muka air laut, dan alat ukur turbidity untuk pengukuran sediment melayang).

Instalasi peralatan ADCPBulan Juli 2016, Tim TDMRC kembali melakukan pengukuran profil sediment melayang dan profil arus di Kawasan Ujong Pancu. Profil sedimen melayang diukur dengan menggunakan Alat Turbidity Profiler dan Profil Arus diukur dengan menggunakan ADCP. Kedua alat tersebut merupakan alat-alat yang pengadaanya dilakukan dengan dukungan PEER Science siklus 3.

Dalam kegiatan-kegiatan monitoring ini, sejumlah peneliti, mahasisa S1 dan mahasiswa S2 dari Universitas Syiah Kuala dilibatkan secara aktif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu menjelaskan metoda pemulihan pantai pasca tsunami yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Secara internal, hadirnya kegiatan PEER Science Siklus 3 ini telah membantu TDMRC dalam peningkatan kapasitas riset dan membantu TDMRC dalam memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat di daerah bencana dan pemerintah daerah.