Pembukaan International Training on Disaster Recovery and Mitigation for Coastal Area Series-3

Pembukaan Training InternasionalBiro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara bekerjasama dengan Tsunami and Disaster Risk Mitigation Center (TDRMC) atau UPT. Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala menggelar workshop International Training on Disaster Recovery and Mitigation for Coastal Area (Series-3) yang diadakan pada tanggal 10 Agustus sampai dengan 20 Agustur 2016 di Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Pelatihan ini diikuti oleh 11 peserta dari 4 negara antara lain Fiji, Timor Leste, Tuvalu dan Indonesia. Peserta pelatihan mengikuti workshop selama 10 hari dengan materi yang terkait tema coastal hazards, mitigasi bencana, mekanisme penanganan bencana, community resilience dan pemetaan bencana.

International Training on Disaster Recovery and Mitigation for Coastal Area (Series-3) dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara pada tanggal 10 Agustus 2016. Pembukaan pelatihan internasional ini dihadiri oleh wakil Walikota Banda Aceh Drs.H. Zainal Arifin, wakil Rektor 4 Universitas Syiah Kuala Dr. Nazamudin, Kepala UPT. Mitigasi Bencana Universitas Syiah Kuala Dr. Khairul Munadi dan lebih dari 30 tamu undangan.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara Rika Kiswardani, dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa training ini merupakan training seri ke-3 yang dilaksanakan oleh Kementerian Sekretariat Negara yang bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala. Pada hari pertama training, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng juga berkesempatan memberikan materi training tentang The Role of University in Disaster Management.

Selama kegiatan workshop, selain sesi kelas, para peserta juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan di wilayah sekitar Aceh Besar, khususnya tempat-tempat yang menjadi saksi bisu bencana Tsunami 2004. Melalui training iini, Indonesia berharap dapat mengambil peran aktif dalam mendukung penguatan manajemen resiko kebencanaan khususnya bagi negara Selatan-selatan. Selain itu, dalam pelatihan ini diharapkan peserta dapat menggali potensi kerja sama dan bertukar pengalaman di bidang penanganan bencana.