Training Desain Teknis untuk Pekerjaan Perlindungan Pantai

Kerusakan pantai akibat gempa dan tsunami di Aceh menjadi catatan tragis yang membutuhkan penanganannya. Peristiwa bencana ini juga menyebabkan perubahan lingkungan di areal pantai termasuk penurunan tanah dan perubahan garis pantai yang pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan pada struktur pantai.

Rehabilitasi dan rekonstruksi sudah dilakukan secara terus menerus sampai saat ini, termasuk kegiatan di zona pantai. Berbagai hambatan di sepanjang proses rekonstruksi pantai dan rehabilitasinya dilakukan dalam bentuk laporan dan survey ke lapangan. Tujuan training adalah untuk meningkatkan kapastias stake holder dalam perencanaan pekerjaan pantai dan disain teknis proteksi pantai berdasrakan prinsip-prinsipperlindungan pantai.

Kegiatan training ini dilaksanakan pada tanggal 26 -27 Mei 2009 atas kerja sama antara Dinas Pengairan NAD, TDMRC-Unsyiah, dan Sea Defence Consultants. Jumlah peseerta yang dilibatkan adalah 26 orang mencakup peserta dari Bappeda, Dinas Pengairan, dan Dinas Kelautan, dan juga beberapa konsultan yang ada di Aceh.

Rekomendasi penting dari hasil workshop penanganan perlindungan pantai ini adalah: data yang komprehensif dan penilaian awal problem yang terjadi di pantai. Kapasitas stakeholders dalam perlindungan pantai perlu dikembangkan termasuk didalamnya disain metodologi dan metode dan disain teknisnya. Selain itu, melalui workshop ini juga diperoleh input dari peserta tentang masalah yang berkaitan dengan pantai di Aceh dan menghasilkan rancangan penanganan perlindungan pantai yang sesuai dengan kearifan lokal