Rapid Assessment dalam Pemilihan Sepuluh Kabupaten di Aceh yang Paling Be-Risiko terhadap Bencana, Des 2009 – Jan 2010

Indonesia adalah nergara yang paling sering dilanda bencana, mulai dari bencana banjir sampai kekeringan, yang kerap menimbulkan kerugian harta maupun jiwa. Demikian pula dengan Aceh, yang merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang terletak diujung Pulau Sumatra. Bahkan, dengan kejadian bencana Tsunami 26 Desemebr 2004, telah meluluhlantakkan sebagian besar Aceh. Pasca bencana, tentu saja banyak sekali usaha yang dilakukan pemerintah dan para pendonor dari seluruh dunia untuk mengembalikan kondisi Aceh ke level yang bahkan sekarang menjadi jauh lebih baik. Usaha itu bila ditemakan dalam bentuk rekonstruksi berupa membangun kembali dengan melakukan tindakan pencegahan dan kegiatan mitigasi yang merupakan kegiatan tanpa batas waktu.

Usaha untuk melakukan mitigasi bencana, sekarang ini sedang digalakkan di Aceh, salah satunya adalah melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat (CBDRR). Sebagai tahap awal, pemerintah Aceh akan memilih 10 Kabupaten dari 23 kabupaten yang ada, yang akan melakukan aktivitas tersebut. Pemilihan 10 kabupaten didasarkan atas pertimbangan teknis dilihat dari kondisi potensi bencana, kejadian bencana, kerentanan, dan kapasitasnya. Dari 23 kabupaten yang ada, yaitu: Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Nagan Raya, Gayo Lues, Aceh Tengah, Simeulue, Subulussalam, Bener Meriah, Kota Lhokseumawe, Pidie Jaya, Kota Langsa, Aceh Jaya, Kota Banda Aceh, dan Kota Sabang, akan dipilih 10 kabupaten yang dipertimbangan paling rawan terhadap bencana dan perlu segera dilaksanakan aktivitas CBDRR.

TDMRC-Unsyiah, sebagai pusat riset bencana dan mitra dalam kegiatan Riset dan Pengembangannya Provinsi Aceh, dipercayakan untuk melakukan analisis pemilihan yang dimulai dari bulan Oktober 2009. Hal yang paling penting dalam menetapkan pemilihan 10 Kecamatan adalah penentuan bobot (w). Beradasarkan kondisi kejadian bencana di Aceh yang paling dominan dalam tahun2009 dan beberapa kali diskusi (masukan penting) dengan aparat pemerintah daerah, maka koefisien bobot bencana sebagai berikut: (1) banjir (0,64), (2) gempa (0,23), (3) tanah longsor (0,07), (4) pasang (0,04), dan (5) puting beliung (0,02).

Data yang digunakan untuk penilian kerentanan (V) dan kapasitas (C) diperoleh dari data DIBA yang merupakan data resmi di Indonesia dan dapat diakses melalui websitenya langsung. Pembobotan untuk kedua variabel ini dilakukan mengikuti prosedur yang sudah dilakukan oleh tim RAD Aceh. Dengan demikian, 10 kabupaten yang dinilai berisiko terhadap bencana adalah: (1) Kabupaten Aceh Barat, (2) Aceh Selatan, (3) Aceh Utara, (4) Aceh Jaya, (5) Aceh Timur, (6) Aceh Barat Daya, (7) Aceh Tamiang, (8) Pidie, (9) Pidie Jaya, dan (10) Bireun.