Proyek Penelitian Percontohan Pengelolaan Risiko Banjir di Wilayah Sungai Terpilih Provinsi Aceh–Indonesia.

SDC bekerja sama dengan SDA dan Devisi Riset TDMRC telah mengembangkan penelitian tentang pengelolaan resiko banjir di wilayah terpilih provinsi Aceh yang dimulai dari tahun 2006 s/d 2009. TDMRC juga mempunyai tanggung jawab moral untuk melanjutkan kegiatan untuk meneliti pengelolaan resiko banjir di seluruh provinsi yang ditargetkan dimasukkan dalam kegiatan DRRA 2010-2012.

river areas

Lembaga yang terlibat dalam proyek penelitian percontohan ini adalah (1) Dinas Sumber Daya Air dan Balai dalam hal konsultasi dengan Departemen Sumber Daya Air; (2) Satkorlak dan Satlak pada tingkat provinsi dan kabupaten; (3) TDMRC – Universitas Syiah Kuala; (4) BRR; dan (5) Sea Defence Consultants. Lokasi proyek percontohan dilaksankan di tiga wilayah sungai diusulkan untuk proyek percontohan Flood Risk Management (FRM) ini (lihat Peta SWS Provinsi Aceh) adalah:

  • Wilayah Sungai Krueng Aceh (SWS 01.01.01) dekat Banda Aceh;
  • Wilayah Sungai Tamiang – Langsa (SWS 01.01.05) mewakili pantai timur;
  • Wilayah Sungai Wolya – Seunagan (SWS 01.01.07) mewakili pantai barat.

Ada beberapa Keluaran yang direalisasikan oleh proyek penelitian percontohan ini, yaitu:

  • Meningkatkan kemampuan lembaga melalui pelaksanaan bersama dan pelatihan Satkorlak, SDA dan Balai, dan masyarakat.
  • Persiapan sebuah perkiraan resiko banjir secara menyeluruh.
  • Pembuatan peta bahaya banjir, menunjukkan luasan dan kedalaman banjir dengan berbagai frekuensi banjir.
  • Informasi yang lebih baik/Dasar data memberikan akses yang lebih baik dan penggunaannya mudah untuk wilayah sungai yang akan datang dan pengelolaan banjir.
  • Formulasi rencana FRM untuk 3 wilayah sungai terpilih dengan aksi yang diprioritaskan untuk pelaksanaan rencana.
  • Pencegahan yang ditingkatkan dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan banjir melalui formulasi rencana tanggap darurat dan pembentukan Masyarakat berbasis Sistem Peringatan Dini Banjir, untuk mengurangi resiko banjir di masa yang akan datang.