Penelitian Identifikasi Karakteristik dan Kebutuhan Rumah Tangga Miskin Berdasarkan Topologi Wilayah di Provinsi Aceh

Penelitian ini dirancang untuk mendapatkan strategi dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi NAD. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik rumah tangga miskin berbasis tipologi wilayah; (2) mengidentifikasi kebutuhan rumah tangga miskin berbasis tipologi wilayah; (3) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemiskinan berbasis tipologi wilayah, dan (4) merumuskan strategi dalam pengentasan kemiskinan berbasis wilayah di Provinsi NAD. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan lokasi atau desa sampel dilakukan secara pusposive sampling. Ukuran sampel sebanyak 600 orang, yang dipilih secara proportional dari empat toplogi desa, yaitu desa pesisir, kota, upland, dan desa biasa (flat land).

Research of Characteristic Identification

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik umum rumah tangga miskin adalah (1) pendidikan rendah, (2) masih makan 3 kali sehari, (3) teman merupakan tempat yang paling sering berkomunikasi, (4) keluarga merupakan tempat yang paling sering diminta bantuan ekonomi, (5) tingkat mobilitas masyarakat rendah, (6) kemiskinan merupakan warisan keluarga. Kebutuhan fasiltas publik yang dirasakan tidak terpenuhi secara berurutan terjadi di desa pesisir, upland, kota, dan desa biasa. Kebutuhan terhadap modal awal yang dirasakan tidak terpenuhi secara berurutan terjadi di wilayah desa upland, desa kota, desa pesisir, dan desa biasa. Beberapa faktor penyebab kemiskinan secara berurutan adalah (1) kurang usaha/kurang kreatif, (2) berasal dari golongan miskin, (3) rendah pendidikan/ketrampilan, (4) keterbatasan modal/lahan, (5) lainnya (cacat, sakit, dan tua).

Modal bukan satu-satunya penyebab kemiskinan masyarakat, namun ketrampilan, keinginan, keyakinan, dan tanggungjawab juga merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha sehingga entas dari kemiskinan. Disarankan, upaya pengentasan kemiskinan ke depan perlu dilakukan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan rumah tangga miskin berbasis topologi wilayah.
Strategi pengentasan kemiskinan tidak lagi hanya mengandalkan dengan pemberian modal, tapi perlu dirancang sebuah program yang memungkinkan orang miskin dapat membangkitkan kreatifitas diri dalam bekerja melalui pilihan pertukaran ketrampilan yang lebih banyak. Maknanya pada tahap awal program dari input–proses–output harus dibantu dan didampingi oleh pihak pelaksana program.