Hasil Kajian Penerapan Social/Physical Distancing Antisipasi COVID-19 di Aceh

Latar Belakang

Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala untuk penanggulangan COVID-19, melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka mencegah penularan virus Corona/ COVID-19 di dalam internal kampus Unsyiah dan di masyarakat Aceh secara luas. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak 16 Maret 2020. Salah satunya adalah mendorong pengambil kebijakan untuk memperketat penerapan Social Distancing/ Physical Distancing di tengah masyarakat Aceh. Untuk memperkuat hal tersebut, Unsyiah melakukan kajian ilmiah yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga Aceh tentang virus Corona/ COVID-19 dan kepatuhan warga Aceh terhadap Social Distancing tersebut serta melihat distribusi informasi yang beredar di masyarakat terkait virus ini.

Metode

Survey ini dilakukan oleh Tim Peneliti dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah yang dipimpin oleh Prof. Dr. Khairul Munadi dengan anggota Dr. Syamsidik, dan Rina Suryani Oktari, M.Si. Kajian ini dilakukan dengan metode sampling insidental (nonprobability sampling) menggunakan media online. Survey dilaksanakan secara online selama 24 jam dari 22-23 Maret 2020 dengan menggunakan Google Form.  Survey ini berhasil menghimpun data dari 4.628 orang responden yang berdomisili di Provinsi Aceh. Peneliti perlu memberikan catatan bahwa sebaran responden tidak proporsional dengan jumlah penduduk setiap kabupaten/ kota di Provinsi Aceh. Namun secara umum dapat menggambarkan tingkat kepatuhan warga Aceh terhadap penerapan Social Distancing/Physical Distancing tersebut. Analisis juga dilakukan menggunakan Teknik Pemetaan Kata (word mapping)  untuk merangkum saran dan pendapat tertulis yang diberikan oleh para responden di akhir lembar kuesioner.

Hasil

Berikut adalah profil responden dalam survey yang dihimpun dari 23 kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Aceh.

respondent

Gambar 1. Distribusi responden menurut jenis kelamin dan menurut pekerjaan.

pekerjaan

Gambar 2. Distribusi responden menurut pekerjaan.

Secara umum, distribusi responden berdasarkan jenis kelamin lebih didominasi oleh perempuan dengan selisih sekitar 13%. Ini dapat dilihat pada Gambar 1. Mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai Pegawai Negeri/Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (lihat Gambar 2. Selain itu, jenis pekerjaan yang cukup dominan adalah pelajar/mahasiswa. Tingkat pendidikan responden mayoritas adalah lulusan S1 dan selanjutnya adalah lulusan SMA/MA. Gambar 3 memperlihatkan distribusi responden menurut pendidikan terakhir.

Hampir 1/3 responden merupakan warga Kota Banda Aceh. Jumlah responden yang cukup besar juga tercatat dari Kabupaten Aceh Besar (sekitar 18.8%). Gambar 4 memperlihatkan distribusi domisili responden.

pendidikan

Gambar 3. Distribusi Responden menurut Pendidikan.

bar_asalrespondent

Gambar 4. Distribusi Responden menurut Asal Kabupaten Kota di Provinsi Aceh.

rentan

Gambar 5. Persentase responden yang memiliki anggota keluarga yang lebih rentan secara fisik terhadap Virus Corona.

Hampir 60% responden memiliki anggota keluarga yang rentan terhadap ancaman virus Corona/ COVID-19 ini. Anggota keluarga yang rentan yang dimaksud adalah Warga Senior (usia lebih dari 65 tahun), bayi di bawah umur 5 tahun, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan riwayat penyakit asma, darah tinggi, jantung, dan diabetes. Gambar 4 memperlihatkan persentase jumlah responden yang memiliki anggota keluarga yang secara fisik rentan terhadap bahaya virus Corona. Kenyataan ini memperlihatkan tingkat kerentanan keluarga para responden di Aceh terhadap virus dikaitkan dengan kondisi fisik dan kesehatan.

Namun, fakta bahwa hampir 100% responden menerima informasi tentang virus merupakan salah satu hal positif. Meskipun demikian, hanya 2/3 saja yang menyatakan bahwa informasi tersebut sudah memadai (lihat Gambar 6).

Cukup_Informasi

Gambar 6. Informasi COVID-19 yang diterima responden (kiri) dan Kecukupan/kejelasan informasi yang diterima oleh responden (kanan).

sumber_informasi_respond

Gambar 7. Sumber memperoleh informasi terkait COVID-19 yang diterima oleh responden.

Gambar 7 memperlihatkan sumber-sumber informasi terkait COVID-19 yang diterima oleh responden selama ini. Gambar ini menunjukkan bahwa peran media sosial dan televisi signifikan dalam menyampaikan pesan-pesan ke masyarakat. Peran yang juga tidak kalah pentingnya adalah media cetak (koran). Di tengah gempuran dunia digital, ternyata cukup banyak warga Aceh yang masih menggunakan media cetak sebagai sumber informasinya. Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah peran tokoh agama dalam penyampaian pesan-pesan terkait virus. Sekitar 20% responden menyatakan juga menerima informasi terkait COVID-19 dari para tokoh agama.

frekuensi_aktiv

Gambar 8. Frekuensi aktivitas responden rata-rata di luar rumah dalam seminggu terakhir (antara 16-23 Maret 2020)

Durasi

Gambar 9. Durasi rata-rata jika responden beraktivitas di luar rumah.

Mayoritas responden masih melakukan aktivitas di luar rumah selama seminggu terakhir sebelum pelaksanaan survey ini ditutup (antara tanggal 16-23 Maret 2020). Gambar 8 memperlihatkan frekuensi kegiatan harian para responden di luar rumah dalam kurun waktu tersebut. Hampir 30% para responden menyatakan melakukan aktivitas di luar rumah sekitar 4 kali dalam sehari. Frekuensi ini cukup mengkhawatirkan mengingat semakin sering seorang individu beraktivitas di luar rumah maka akan semakin meningkatkan risiko keterpaparan individu tersebut terhadap virus Corona. Secara umum, terdapat 94.3% responden yang menyatakan masih melakukan aktivitas di luar rumah selama satu minggu terakhir. Gambar 9 memperlihatkan durasi rata-rata para responden jika melakukana aktivitas di luar rumah. Sekitar sepertiga para responden (34.1%) menyatakan berada di luar rumah lebih dari 3 jam setiap kali beraktivitas di luar rumah.

Tempat_palingSering

Gambar 10. Tempat yang paling sering dikunjungi oleh responden selama seminggu terakhir (16-23 Maret 2020).

Gambar 10 menunjukkan tempat-tempat yang paling sering dikunjungi oleh para responden jika beraktivitas di luar rumah. Mayoritas responden menyatakan beraktivitas di kantor selama seminggu ini jika keluar rumah. Selanjutnya, sekitar 39% juga menyatakan pergi ke pasar. Yang menarik adalah terdapat sekitar 1/5 dari responden yang menyatakan sering menghabiskan waktunya di warung kopi selama seminggu terakhir. Ini tentu bertentangan dengan prinsip physical distancing/social distancing yang dihimbau oleh pemerintah untuk memutus rantai penularan COVID-19. Ada sekitar 8.47% yang menyatakan sering menghadiri resepsi pernikahan dalam seminggu terakhir. Ini perlu menjadi catatan para pihak terkait penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang menghimpun masa seperti resepsi pernikahan. Kedepannya, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat dilakukan penundaan. Masjid juga menjadi tempat yang signifikan dikunjungi oleh para responden. Ini perlu menjadi catatan agar dilakukan penyesuaian dan perbaikan sarana di Masjid agar dapat membantu memutus rantai penularan virus.

 

transportasi

Gambar 11. Jenis transportasi/kendaraan yang digunakan para responden.

 

Mayoritas responden menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau sepeda motor sebagai moda transportasinya. Gambar 11 memperlihatkan jenis transportasi/kendaraan para responden. Penggunaan kendaraan publik seperti bus umum tidak disarankan dalam masa-masa krisis ini.

Responden secara umum memiliki persepsi ragu-ragu terhadap kesiapan Pemerintah Aceh dalam menghadapi ancaman COVID-19 (lihat Gambar 12). Terdapat 2.455 responden (53%) yang menyatakan mereka ragu-ragu. Sekitar 19% menyatakan sebenarnya Pemerintah Aceh tidak siap menghadapi ancaman ini. Namun, cukup menarik jika disimak bahwa sekitar 28% responden berpersepsi bahwa Pemerintah Aceh siap dalam menghadapi virus Corona/  COVID-19 ini.

Siap_PemAcehGambar 12. Persepsi responden terhadap kesiapan Pemerintah Aceh menghadapi bahaya Virus Corona (COVID-19).

Berdasarkan analisis awal, beberapa responden mengaku informasi yang diperoleh terkait virus Corona ini masih tidak memadai. Hal ini dikarenakan belum adanya sosialisasi tentang virus Corona/COVID-19 secara mendetail. Masyarakat hanya menerima informasi sepotong-sepotong yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Bahkan beberapa responden mengaku bingung dengan banyaknya informasi yang bersifat hoax/tidak valid/tidak akurat, sehingga meresahkan masyarakat. Informasi yang ada juga belum terdistribusi secara merata di tiap-tiap lapisan/kalangan masyarakat.

Secara umum, hasil survey menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan informasi resmi dari pemerintah setempat. Beberapa informasi yang dibutuhkan termasuk diantaranya: bagaimana penularan dapat terjadi, mengapa perlu isolasi, berapa lama virus dapat bertahan hidup pada orang yang positif COVID-19, apakah masker efektif dapat mencegah virus Corona, bagaimana membedakan flu biasa dengan COVID-19, bagaimana mencegahnya dan apa yang harus dilakukan ketika gejala muncul hingga transparansi mengenai jumlah dan penyebaran  Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pemantauan (PDP) dan positif COVID-19 secara real. Beberapa responden mengaku telah memperoleh informasi tersebut dari media sosial, namun kebingungan apakah berita tersebut fakta atau hoax. Sebaran kata-kata yang digunakan responden dalam menjawab pertanyaan terkait harapan terhadap pemerintah Aceh dapat dilihat pada Gambar 13.

words_map

Gambar 13. Frekuensi kata yang sering muncul dari jawaban responden terkait harapan terhadap Pemerintah Aceh

Berbagai masukan diberikan oleh masyarakat agar pemerintah Aceh dapat lebih serius dan tegas dalam menangani bahaya virus Corona ini, termasuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap orang yang masuk dan keluar dari Provinsi Aceh. Beberapa responden juga menyarankan agar diberlakukan kebijakan lockdown di seluruh wilayah Aceh, serta melibatkan TNI dan polisi untuk merazia seluruh tempat. Sebagian besar responden  juga menyarankan penyiapan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap untuk para petugas medis, serta pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani COVID-19.

Kesimpulan

 Berdasarkan hasil tersebut, maka tim peneliti menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan 4.628 data responden di Provinsi Aceh, terdapat porsi yang cukup signifikan responden yang memiliki anggota keluarga yang rentan menjadi terinfeksi COVID-19 (sekitar 57%) seperti memiliki ibu hamil, Balita, warga senior (usia di atas 65 tahun), dan penderita penyakit kronis (seperti diabetes dan jantung) di rumah mereka. Ini memperlihatkan tingkat kerentanan warga dari aspek struktur anggota keluarga.
  2. Per tanggal 24 Maret 2020 saat survey ini diakhiri, sebagian besar responden masih melakukan aktivitas di luar rumah (sekitar 94%) dengan sekitar 35% nya masih beraktivitas keluar rumah 4 kali atau lebih dalam satu hari. Bahkan sekitar 34% menghabiskan waktu di luar rumah selama 3 jam atau lebih. Ini perlu menjadi perhatian sebab semakin tinggi frekuensi aktivitas di luar rumah dan semakin lama berada di luar rumah (tempat keramaian), maka seorang akan semakin rentan terkena infeksi virus COVID-19.
  3. Cukup banyak responden yang menghabiskan waktu di tempat yang berpotensi menggagalkan prinsip social/physical distancing seperti warung kopi dan resepsi pernikahan. Kedua tempat tersebut menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh sekitar 29% responden. Kedua tempat ini direkomendasikan agar dipantau/diawasi lebih ketat mengingat kesuksesan cara menghambat penularan virus COVID sangat bergantung dari social/physical distancing yang ketat jika pilihan lockdown tidak dilaksanakan.
  4. Secara kualitatif, para responden mengharapkan agar pemerintah:
  • Mempertegas mekanisme menjaga jarak (social/physical distancing) ini dan memperkuat kapasitas medik di Kabupaten Kota di seluruh Aceh.
  • Memastikan ketersediaan masker dan hand sanitizer untuk individu yang sekarang semakin langka ditemukan.
  • Meningkatkan kesiapan para Tenaga Kesehatan melalui penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan sesuai standar.

Ucapan Terimakasih
Para peneliti mengucapkan ribuan terimakasih kepada para responden yang telah meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang disebarkan. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pimpinan Universitas Syiah Kuala dan rekan-rekan Satuan Tugas COVID-19 Unsyiah.

 

Satuan Tugas COVID-19

Universitas Syiah Kuala

Website: http://covid19.unsyiah.ac.id

Catatan:

Laporan lengkap hasil kajian ini akan disajikan dalam bentuk manuskrip jurnal yang akan diinformasikan saat diterbitkan. Pemutakhiran informasi terkait ini dapat ditelusuri pada website TDMRC Unsyiah dan Satgas COVID-19 Unsyiah yang tertera di atas.